Minggu, 01 Oktober 2017

Rambut Panjang

Rambut saya sudah mulai panjang, biasanya takut kena razia guru sehingga rambut samping jarang sampai menyentuh kuping. Sudah tiga bulan kira-kira,sejak tinggal di kota ini, saya belum sempat atau mau memotongnya. Agak risih memang, sebab saya belum terbiasa. Pikir saya selama ini, memelihara rambut hanya akan memperburuk perangai saya, sebab kata ibu waktu kecil dulu, kalau rambut saya panjang, saya jadi nakal.

Hari ini saya tidak sekecil itu, Bu. Pernah saya bilang kalau  mau punya rambut panjang biar bisa dikuncir, ibu saya ngomel tak habis pikir. Buat apa? Katanya.  Jadi sastrawan itu yang penting karya dan ilmunya, bukan rambutnya, timpal ayah. Saya cuma bisa mangut-manggut. 

Di kampus saya, lelaki berambut panjang adalah hal yang lumrah. Waktu pertama kali mendapati kenyataan itu, seketika terbit kembali sesilam cita-cita kecil. Tapi, entah juga. Beberapa hari yang lalu saya sempat menjadwalkan diri ke tukang cukur, tapi tidak jadi. Apakah ini pertanda bahwa saya mesti memanjangkan rambut saya?


Entah, yang jelas, hari ini saya keramas dua kali dan rasanya rambut jadi lembut dan ringan. 
 
;