Daun-daun jatuh di jalan,angin terluka menyanyikan musim-musim,
Dan sunyi kuncup di matamu--sebagai doa paling tenang; semoga sehat selalu menyertaimu.
*
Cinta tercipta dari tatap mata sepasang manusia pertama; dari ketulusan paling sempurna di jagad raya.
*
Bagaimana mungkin sepasang sepatu melangkah bersisian tanpa saling
mengenal; membiarkan cinta tumbuh pelan-pelan dan tak terucapkan seperti
debu, sampai hilang suara, ditelan butir-butir waktu?
*
Jangan-jangan, setia adalah bersisian kemana pergi; aku ada dimana kau mencari.
*
DESKRIPSI: malam berubah jadi sesuatu dingin di dua butir matamu:
sehelai handuk tersampir di jemuran, ada hanger gantung diri tanpa
arti--cahaya lampu merambat di lantai; terang bagi satu-dua semut
memikul jalan pulang--di luar, langit seperti kepiluan yang tanggung;
tak ada bayang-bayang bulan di selokan, tak ada kerlip bintang di baskom
air sisa hujan.
Dan kamu berdoa supaya esok adalah keselamatan. Dan
aku-bayangan tubuhmu- menyelipkan satu dua kalimat dalam doamu; semoga
esok adalah perjumpaan!
*
Tenang mengusap sepasang matamu, mengekalkan memori tentang perjumpaan; selengkung senyum, mekar di ambang pintu.
*
Rindu tercipta dari perjumpaan pertama; dari tatap mata, dan segala sesuatu yang tak bisa membuatmu lupa.
-Paragraf Hujan-
